Menatap Jauh Ke Masa Depan

Sunday, June 9, 2019

Model Referensi OSI dan TCP/IP





Model Referensi OSi dan TCP/IP

A.    Model Referensi OSi

1.    Pengertian
Model Referensi OSI (Open System Interconnection) merupakan standar dalam protokol jaringan yang dikembangkan oleh ISO (International Standard Organization). OSI sebagai model referensi yang digunakan sebagai patokan oleh banyak pihak dalam membuat suatu standar protokol komunikasi. Model ini memberikan gambaran tentang fungsi, tujuan dan kerangka kerja suatu model referensi yang besifat logis dalam sistem komunikasi data.
  
2.    Sistem Layer Pada Model OSi
Model OSI terdiri dari 7 lapisan (layer) yang masing-masing mempunyai fungsi spesifik dalam sebuah jaringan dengan tujuan mempermudah pelaksanaan standar secara praktis dan fleksibilitas perubahan salah satu layer tidak mempengaruhi perubahan layer lain.

3.    Model Referensi OSi
7. Application Layer
6. Presentation Layer
5. Sesion Layer
4. Transport Layer
3. Network Layer
2. Data Link Layer
1. Physical Layer

Ø 7. Application Layer
-       layer OSI yang terdekat dengan user; menyediakan network services bagi aplikasi user.
-       Berbeda dengan layer yang lain, Layer 7 tidak menyediakan service bagi layer OSI lain.
-       Contoh aplikasi ini adalah program spreadsheet, word processing, dan terminal bank.
-  Layer 7 menetapkan adanya partner komunikasi yang diinginkan, menetapkan dan mensinkronkan kesepakatan prosedur untuk error recovery serta mengontrol integritas data.
-       Jika ingin mengingat Layer 7 dengan beberapa kata, pikirkan tentang browsers.
Contoh Protokol dan layanan : FTP, Telnet, SMTP, HTTP, POP, WWW, Web Browser, e-Mail

Ø 6. Presentation Layer
-      memastikan bahwa informasi yang dikirim oleh Layer 7 sebuah sistem dapat dibaca oleh Layer 7 sistem yang lain.
-   Jika diperlukan, Layer 6 akan menerjemahkan di antara format data yang banyak dengan menggunakan format data umum (common data format).
-       Jika ingin mengingat Layer 6 dalam beberapa kata, pikirkan tentang common data format.
Contoh format data: Jpeg, ASCII, TIFF, GIF, Mpeg, Midi, MP3

Ø 5. Sesion Layer
-       menetapkan, mengatur, dan menghentikan sesi antara dua host yang berkomunikasi.
-      Layer 5 menyediakan services bagi Layer 6 dan mensinkronkan dialog antara dua Layer 6 serta mengatur pertukaran data mereka.
-     Disamping mengatur sesi, Layer 5 menyediakan perlengkapan untuk transfer data yang efisien, kelas pelayanan dan laporan pengecualian masalah Layer 5, 6 dan 7.
-  Jika ingin mengingat Layer 5 dalam beberapa kata, pikirkan dialog dan percakapan (conversation).
Contoh Protokol dan layanan : OSI-SP, RPC, NET-BIOS, Apple Talk Protocol dll

Ø 4. Transport Layer
-       membuat segment data pada sistem host yang mengirim kemudian mengumpulkan kembali menjadi aliran data pada sistem host yang menerima.
-       Secara khusus Layer 4 menjamin transport antara dua host.
-       Dalam menyediakan pelayanan komunikasi, Layer 4 menetapkan, menjaga dan menghentikan sirkuit virtual.
-       Dalam menyediakan reliable service, Layer 4 menggunakan transport error detection-dan-recovery serta information flow control.
-       Jika ingin mengingat Layer 4 dalam beberapa kata, pikirkan tentang quality of service dan reliability.
Contoh Protokol dan layanan : TCP (Transmission Control Protocol), UDP (User Datagram Protocol), SPX(Sequenced Packet Exchange), SCTP (Stream Control Transmission Protocol), dll

Ø 3. Network Layer
-       sebuah layer yang kompleks yang menyediakan skema pengalamatan, konektifitas dan pemilihan lintasan (path selection) antara dua sistem host yang mungkin berlokasi pada jaringan yang terpisah secara geografis.
-       Jika ingin mengingat Layer 3 dengan mudah, pikirkan tentang pemilihan lintasan, perutean (routing), dan pengalamatan (addressing).
Contoh Protokol dan layanan : IP (Internet Protocol), ARP (Address Resolution Protocol), RARP (Reverse Address Resolution Protocol), ICMP (Internet Control Message Protocol), dll

Ø 2. Data Link Layer
-       menyediakan transit data yang terpercaya yang melintasi sebuah sambugan langsung (physical link).
-       Dalam melakukan hal ini, Layer 2 menggunakan pengalamatan fisik (physical addressing), topologi jaringan, akses jaringan, pemberitahuan kesalahan (error notification), pengiriman frame yang berurutan dan kontrol aliran.
-       Jika ingin mengingat Layer 2 dengan mudah, pikirkan tentang frame dan kontrol akses media (media access control).
Contoh Protokol dan layanan : MAC, IEEE 802.2/3, HDLC, Frame Relay, PPP, ATM, dll

Ø 1. Physical Layer
-       mendefinisikan spesifikasi fungsional, prosedural, mekanikal dan elektrikal untuk mengaktifkan, menjaga dan mematikan sambungan langsung antara dua sistem.
-       Misalnya tingkat tegangan, waktu perubahan tegangan, kecepatan data, jarak pengiriman maksimum, konektor fisik dll.
-       Jika ingin mengingat Layer 1 dengan mudah, pikirkan tentang sinyal dan media.
Contoh Protokol dan layanan : RS 232, ethernet, dll






B.    Enkapsulasi dan Dekapsulasi Data
1.    Enkapsulasi
Merupakan suatu proses yang membuat satu jenis paket data jaringan menjadi data lainya. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protocol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protocol yang berada lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protocol tersebut. Layer – Layer dan protocol yang terdapat dalam arsitektur jaringan menggambarkan fungsi – fungsi dalam komunikasi antara dua buah komputer.
        Dalam kehidupan sehari hari, Enkapsulasi dapat dimisalkan dengan arus listrik pada generator, dan system perputaran generator untuk menghasilkan energi listrik. Kerja arus listrik tidak mempengaruhi kerja dari system perputaran generator, begitu juga sebaliknya.

  Contoh Gambaran Enkapsulasi

  


2.    Dekapsulasi
Merupakan Proses pelepasan header dari layer ke layer.
  Proses Dekapsulasi:
1.     Pemakai (End User) berinteraksi dengan lapisan aplikasi dan mengirim data (message) melalui lapisan tersebut.
2.     Memasuki lapisan Transport, data ini kemudian di kemas dengan menambahkan informasi tentang protocol dilapisan tersebut. Informasi ini sering disebut sebagai HEADER
3.     Pembungkus Header ini disebut sebagai enkapsulasi dan pada layer 4 disebut sebagai SEGMENT

Contoh Gambaran Dekapsulasi


C.    Model Referensi TCP/IP
1.    Pengertian
Protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan untuk tukar menukar data dari satu komputer ke komputer lain didalam jaringan internet. Protokol ini tidak bisa berdiri sendiri, karena berupa kumpulan protokol (Protocol Suite).
 
Model Referensi TCP/IP ini memiliki 4 Layer yaitu :
1.     Application Layer
2.     Transport Layer
3.     Internet Layer
4.     Network Layer


Ø 4. Application Layer
-       Model TCP/IP berkutat dengan urusan presentasi, encoding dan dialog control.
-       TCP/IP mengkombinasikan session, presentation dan application  dalam satu layer dan mengasumsikan data telah siap dienkapsulasi pada layer berikutnya.

Ø 3. Transport Layer
-       Berkutat dengan urusan quality of service dari reliability, flow control dan error corection.
-       Salah satu dari protokolnya, transmission control protocol (TCP), menyediakan cara yang fleksibel dan sempurna untuk komunikasi jaringan yang reliable, well-flowing, low-error.
-       TCP berdialog antara pengirim dan penerima ketika melakukan enkapsulasi data ke dalam segment.
-       TCP adalah protokol connection-oriented, artinya segment bergerak bolak balik antara dua host untuk memberitahukan bahwa koneksi terjadi selama waktu tertentu (packet switching).

Ø 2. Internet Layer
-       Berfungsi mengirim paket antara jaringan yang berbeda dan menentukan lintasan yang ditempuh.
-       Protokol spesifik layer ini adalah Internet protocol (IP).
-       Jalan terbaik tekad dan packet switching terjadi pada lapisan ini. Pikirkan hal ini dalam hal sistem pos. Bila Anda mengirim surat, Anda tidak tahu bagaimana sampai di sana (ada rute berbagai kemungkinan), tetapi Anda melakukan perawatan yang tiba.
Ø 1. Network Layer
-       juga disebut layer host-to-network.
-       Layer ini menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan paket data untuk membuat sambungan langsung (physical link) termasuk detil teknologi LAN dan WAN dan seluruh detil dalam Physical dan Data link layer (Layer 1 dan layer 2 OSI).


2.    Perbandingan OSi dan TCP/IP
-       Implementasi model OSI menekankan pada penyediaan layanan transfer data yang reliable, sementara TCP/IP memperlakukan reliability sebagai masalah end-to-end.
-       Setiap layer pada OSI mendeteksi dan menangani kesalahan pada semua data yang dikirimkan. Layer Transpor pada OSI memeriksa reliability di source-to-destination.
-       Pada TCP/IP, kontrol reliability dikonsentrasikan pada Layer Transpor.
-       Layer Transpor pada OSI menangani semua kesalahan yang terdeteksi dan memulihkannya.
-       Layer Transpor pada TCP/IP menggunakan checksum, acknowledgment, dan timeout untuk mengontrol transmisi dan menyediakan verifikasi end-to-end.



3.    Perbedaan OSi dan TCP/IP
-       TCP/IP mengombinasikan presentation dan session layer OSI ke dalam application layer
-       TCP/IP mengombinasikan data link dan physical layers OSI ke dalam satu layer
-       TCP/IP lebih sederhana dengan 4 layer
-       TCP/IP lebih kredibel karena protokolnya. Tidak ada network dibangun dengan protokol OSI, walaupun setiap orang menggunakan model OSI untuk memandu pikiran mereka.

4.    Persamaan OSi dan TCP/IP
-       Keduanya memiliki layer-layer
-       Keduanya memiliki application layers, meski memiliki services yang berbeda
-       Keduanya memiliki transport dan network layer yang dapat disamakan
-       Keduanya mengasumsikan teknologi packet-switched (bukan circuit-switched)
-       Profesional di bidang internetworking perlu mengetahui keduanya

5.    Implementasi TCP/IP
-       Sebuah standard yang diadopsi seluruh dunia (Internet).
-       Sebagai standard yang terkenal untuk internetworking karena :
-       Relatif sederhana dan sudah teruji.
-       Telah terimplementasi baik dalam H/W dan S/W.
-       Fokus pada pengembangan jaringan internet


==================================================================


Source :

Modul Praktikum Jaringan Komputer 1, Laboratorium Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya 2019





 








0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Categories

About Me

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Perkenalkan Saya Verdian Ramdhani, masih menempuh jenjang pendidikan D3 Teknik Komputer di Politeknik Negeri Padang. Manusia tak luput dari peristiwa masa lalunya. Namun jangan khawatir, karena Masa Lalu adalah sebuah jalan untuk beranjak menjadi dewasa di Masa Depan. Jadikan Masa Lalu Mu sebagai Lecutan di Masa Depan. Masa Depan Menunggu Mu, dan Sapalah dengan SENYUM HANGATNYA BAHAGIA Ini Blog yang saya buat untuk berbagi informasi tentang Teknologi Informasi. Semoga pada Blog berikutnya saya akan mempostingkan beberapa novel dan buku bacaan yang bisa dibaca. Mohon Dukungannya..

Search This Blog

Pages

Popular Posts