Menatap Jauh Ke Masa Depan

Saturday, March 23, 2019

IP Address V.4

                     
                                                                  IP ADDRESS VERS1 4

A.    IP Address

IP Address adalah sederetan angka biner 32 bti yang terbagi menjadi 4 kelompok atau oktet , masing-masing kelompok terdiri atas biner 8 bit yang dipisahkan dengan tanda titik. IP beroperasi pada lapisan Network OSI (Operating System Inter Connection). Untuk mempermudah dalam pemahaman, biner 32 bit ini dinotasikan dalam bentuk bilangan decimal dengan anggota 0 sampai 9 di semua system operasi network baik Windows, Linux, Novel, netwere mupun Free BSD atau Open BSD. Format IP biasa di simbolkan dengan huruf ”x”, dimana x bias bernilai biner 1 atau 0.
Contoh:
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxxx.xxxxxxxx (Label Huruf x)
11000000.10101000.00000000.00000001 (jika x bernilai 1 atau 0)
                      192.168.0.1 (Konfersi iner ke decimal)

         Walaupun IP Address dinotasikan dalam angka decimal diberbagai operasi network (network operating system), untuk komunukasi protokol TCP/IP tetap menggunakan angka biner (karena komputer dalam berkomunikasi atau berinteraksi antar komponen menggunakan sinyal digital).
IP Address Memiliki 2 bagian, yaitu Network ID dan Host ID , contoh 192.168.100.1 , secara default Net ID nya adalah 192.168.100 dan Host ID nya adalah 1, agar komputer bisa saling terhubung , IP yang digunakan Net ID nya harus sama, dan Host ID nya harus berbeda.
Agar mudah ngerti, Net ID adalah nama jalan dan Host ID adalah nomor Rumah, jadi Jln. Khatib Sulaiman No 3 , jika nama jalan dari beberapa orang sama, maka nomor rumah mereka tidak mungkin sama.

B.    IP Addres Versi 4 (IPv4)

IPv4 Adalah sebuah pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit dan secara teori dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256 x 256 x 256 x 256 = 4.294.967.296 host.

C.    Kelas IP Address

Dalam pengelolaanya IP address dibagi menjadi 5 kelas, yang mana masing-masing kelas akan mempunyai fungsi bit yang berbeda beda. Berikut pembagian ke 5 kelas dari IP Address tersebut.

1.    Kelas A

IP kelas A biasanya diberikan untuk jaringan skala besar. Bit tertinggi dalam IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya untuk melengkapi oktet pertama membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) dijadikan sebagai host identifier. IP kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

Format penulisan : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
Bit Pertama : 0 (angka biner)
Panjang Net ID : 8 bit (1 oktet)
Panjang Host ID : 24 bit (3 oktet)
Oktet pertama : 0 – 127
Range  IP address : 1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (0 dan 127 dicadangkan)
Jumlah Network : 126 (1-126)
Jumlah IP address : 16.777.214

2.    Kelas B

IP kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama) untuk membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) dijadikan sebagai host identifier. IP kelas B memiliki 16,384 network dan 65,534 host untuk setiap network-nya.

Format penulisan : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
2 bit pertama : 10 (angka biner 1 dan 0)
Panjang Net ID : 16 bit (2 oktet)
Panjang Host ID : 16 bit (2 oktet)
Oktet pertama : 128 – 191
Range IP address : 128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
Jumlah Network : 16.384
Jumlah IP address : 65.534

3.    Kelas C

IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) adalah sebagai host id. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network dan 254 host untuk setiap network-nya.

Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
3 bit pertama : 110 (angka biner)
Panjang Net ID : 24 bit (3 oktet)
Panjang Host ID : 8 bit (1 oktet)
Oktet pertama : 192 – 223
Range IP address : 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx
Jumlah Network : 2.097.152
Jumlah IP address : 254

4.    Kelas D

Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.

Format : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
4 Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte Inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast

5.    Kelas E

IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.

Format : 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
4 bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.

D.    Alamat Khusus

Dalam Alamat Khusus ini perlu diperhatikan sekali jika anda ingin memberikan alamat pada protocol TCP/IP di Komputer anda.
-       Alamat 0.0.0.0 tidak boleh digunakan untuk alamat yang menunjukan host atau komputer.
-       Alamat  255.255.255.255. tidak boleh digunakan untuk alamat host, karena alamat ini menunjukan alamat broadcast.
-       Nilai bit dalam format IP address yang menunjukan alamat Host, tidak boleh si isi dengan biner 0 semua atau 1 semua, jika 0 semua otomatis akan digunakan oleh system jaringan sebagai alamat naringin (Network ID), jika 1 semua otomatis digunakan oleh system jaringan sebagai alamat broadcast.
-       Alamat 127.0.0.1 adalah alamat khusus yang digunakan untuk local host, sehingga tidak boleh digunakan untuk Host ID.
-       Alamat 224.0.0.0 - 239.255.255.255 digunanan untuk teknologi multicasting.
-       Alamat 240.0.0.0 - 247.255.255.255 dugunakan untuk keperluan IP address dimasa yang akan datang.

E.    IP Private

IP Private adalah alamat yang dipakai oleh LAN (Lokal Area Network) dan tidak dapat di akses oleh internet, range IP Private Seperti pada table berikut.

Kelas Kelompok Private Address
A 10.0.0.1 – 10.255.255.254
B 172.16.0.1 – 172.31.255.254
C 192.168.0.1 – 192.168.255.254

F.    Subnet Mask

Subnet Mask berfungsi untuk memanajemen jumlah host. Dengan subnet mask router dapat menentukan bagian mana yang menunjukan alamat jaringan (Network ID) dan Bagian mana yang menunjukan alamat host. Format subnet mask terdiri dari 32 bit yang setiap 8 bitnya di pisahkan dengan tanda titik (dot). Berikut merupakan tabel subnet mask default.

Kelas Subnet Mask dalam Biner Dalam Desimal
A 11111111.00000000.00000000.00000000 255.0.0.0
B 11111111.11111111.00000000.00000000 255.255.0.0
C 11111111.11111111.11111111.00000000 255.255.255.0

G.    Subnetting

Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut “subnet.” Subnetting digunakan untuk memudahkan pengelola jaringan komputer (system Administrator, Network Administrator, maupun pengguna biasa) dalam mengelola jaringan, melakukan alokasi IP Address untuk setiap ruangan dan gedung sesuai dengan kebutuhan.

1.    Subnetting Kelas A

Subnetting kelas A karena peruntukan daya tampung alokasi IP Address yang banyak, maka IP kelas A memiliki Net ID pada oktet pertama, dan Host ID pada 3 oktet terakhir. Untuk contoh kasusnya misalkan IP Address 10.0.0.0/16 . maka jika dirubah menjadi subnet mask 32 bit bilangan biner akan menjadi
11111111.11111111.00000000.00000000 setelah itu dirubah kedalam bentuk desimal akan menjadi 255.255.0.0 dan hasilnya akan menjadi :
A. Jumlah Subnet = 28 (perpangkatan 8 adalah jumlah angka 1 biner diambil dari oktet kedua sampai ke empat) = 256 subnet.
B. Jumlah Host per Subnet = 216 (perpangkatan 16 merupakan jumlah angka 0 biner diambil dari oktet kedua hingga oktet keempat) – 2 = 65.534 host. C. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya:0,1,2,3,4,..255

2.    Subnetting Kelas B

Subnetting IP Address kelas B memiliki Net ID pada 2 oktet pertama dan Host ID pada 2 oktet terakhir IP Address. Langsung saja kepada contoh kasusnya, IP Address 172.16.0.0/18 dirubah menjadi 32 bit bilangan biner untuk prefixnya menjadi 11111111.11111111.11000000.00000000 lalu dirubah kedalam bilangan desimal menjadi 255.255.192.0 . dapat dihitung menjadi beberapa subnet dan host :
A. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir.
Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet.
B. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host.
C. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192 .

3.    Subnetting Kelas C

Subnetting IP Address kelas C merupakan kelas subnetting yang paling mudah, karena IP Address kelas C hanya memiliki Host ID (Alamat Host) pada bagian terakhir IP Addressnya. Contoh IP Address 192.168.2.1 maka angka 1 pada digit terakhir adalah yang dimaksud dengan Host ID, sedangkan 3 blok angka sebelumnya adalah Net ID atau Network ID (Alamat Jaringan).
Langsung ke tahap perhitungannya, sebagai contoh, kita menganalisa IP Address 192.168.1.0/26 atau dapat ditulis dengan 192.168.1.0 netmask 255.255.255.192 yang berarti IP Address tersebut memakai prefix length /26 pada tabel CIDR. Langkah pertama adalah merubah angka prefix tersebut menjadi 32 bit bilangan biner (IPv4 berjumlah 32 bit), maka akan menjadi 11111111.11111111.11111111.11000000 (tulis angka 1 sebanyak 26 kali dengan pemisahan 8 digit, kemudian setelah mencapai 26, untuk memenuhi 32 bit maka isi angka 0). Setelah itu rubah 32 bit bilangan biner tersebut kedalam bentuk decimal, maka akan diperoleh angka 255.255.255.192 . Subnetting sendiri akan terfokus kedalam 4 hal, diantaranya :

A. Jumlah Subnet = 2x , dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
.
B. Jumlah Host Per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host.

C. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192





Source :

http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/ip-address.pdf

http://rodiah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/42558/IP+Address+dan+Subnet+Address.pdf







Friday, March 15, 2019

Pembuatan Kabel UTP ( Straight )


PENGERTIAN KABEL UTP

              UTP merupakan singkatan dari Unshield Twisted Pair. Sesuai namanya yang berarti kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung alumunium sehingga jenis kabel ini kurang tahan dengan interferensi elektromagnetik, berbeda dengan saudaranya STP ( Shield Twisted Pair ). Nama Twisted Pair merujuk pada bentuk dari isi kabel tersebut yang saling berlilitan pada setiap pasang
             



           Kabel UTP dilengkapi dengan 8 buah kabel dengan warna unik di tiap kabel, lalu disusun berlilitan pada tiap pasang warna hingga menjadi 4 pasang. Lilitan kabel tersebut berfungsi untuk mengurangi induksi dan kebocoran pada kabel. 
              Setiap warna pada kabel memiliki fungsi yang berbeda. Dari 8 warna kabel UTP, masing- masing memiliki perannya sendiri, adapun fungsinya yaitu :


CARA PEMBUATAN KABEL UTP ( STRAIGHT )

          Alat dan Bahan :
  1. Kabel UTP cat. 5e
  2. Crimping Tools
  3. RJ - 45     2 buah
  4. LAN Tester
   
         Langkah Kerja :



           1.  Lepaskan Kulit UTP sepanjang yang kita butuhkan. Sebisanya, tidak terlalu                            panjang agar kulit kabel UTP bisa terkunci pada RJ - 45 saat di Crimp. 





2.  buka lilitan antar kabel sehingga kabel terbagi atas 8 bagian kabel kecil. 
             3.  Luruskan kabel - kabel tersebut dengan menarik sedang dengan tangan atau                        benda lain 
             4.  Susunlah ke 8 kabel membentuk pola berikut, lalu masukan ke 8 ujung kabel                        pada RJ - 45. Ingat bahwa kabel Putih Orange berada di tepi paling kiri 

           5. Setelah itu, lakukan Crimp dengan Crimping Tool. Tekan Crimping secara kuat                       sampai terdengar suara Klik...
   
           6. Lakukan hal yang sama pada ujung kabel UTP lainnya.
           7. Bentuk pemasangan kabel UTP pada RJ - 45 adalah 


         8. Setelah itu, lakukan test untuk mengetahui terhubung atau tidaknya kabel UTP                      yang telah dibuat tadi dengan LAN Tester

         9. Jika LAN tester berjalan sesuai dengan urutan 1 - 8 ( Straight ) pada kedua penguji, maka pembuatan kabel berhasil. Namun, jika ada satu atau lebih pada Rx / Tx  lampu tidak menyala, maka salah satu / lebih dari 8 kabel tersebut tidak ter Crimp dengan baik, atau kesalahan pada waktu memasukan pada RJ - 45. Coba untuk Crimp kembali atau putuskan kabel dengan RJ - 45, dan buat lah yang baru ( NB** : RJ - 45 digunakan 1x pakai ). Ulangi kembali langkah 1










Sekian untuk Cara Pembuatan Kabel UTP ( Straight ). Semoga Bermanfaat... Jangan Lupa untuk Berkomentar dan Langganan  :D :D 

Perangkat Keras Jaringan Komputer

         Pengertian Perangkat Jaringan Komputer
Jaringan komputer (jaringan) adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data.
            Perangkat Keras Jaringan Komputer adalah bagian -  bagian fisik dari komputer yang beroperasi dalam membangun sebuah jaringan antar komputer sehingga dapat saling bertukar data dan saling berkomunikasi.
Perangkat keras yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan komputer yaitu :
  1. File Server
  2. Workstations
  3. Network Interface Card ( NIC ) atau Kartu Jaringan
  4. Modem Card
  5. Kabel Twisted Pair
  6. Kabel Fiber Optik
  7. Hub/Konsentrator
  8. Repeaters
  9. Bridges / Jembatan
  10. Routers


FILE SERVER
file server merupakan jantungnya kebayakan Jaringan, merupakan komputer yang sangat cepat, mempunyai memori yang besar, harddisk yang memiliki kapasitas besar, dengan kartu jaringan yang cepat. Sistem operasi jaringan tersimpan disini, juga termasuk didalamnya beberapa aplikasi dan data yang dibutuhkan untuk jaringan.
Sebuah file server bertugas mengontrol komunikasi dan informasi diantara node/komponen dalam suatu jaringan. Sebagai contoh mengelola pengiriman file database atau pengolah kata dari workstation atau salah satu node, ke node yang lain, atau menerima email pada saat yang bersamaan dengan tugas yang lain. Terlihat bahwa tugas file server sangat kompleks, dia juga harus menyimpan informasi dan membaginya secara cepat
Sehingga minimal sebuah file server mempunyai beberapa karakter seperti tersebut di bawah ini :
  1. 15 Processor minimal 166 megahertz atau processor yang lebih cepat lagi (Pentium Pro, Pentium II, PowerPC).
  2. Sebuah Harddisk yang cepat dan berkapasitas besar atau kurang lebih 10 GB
  3. Sebuah RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks).
  4. Sebuah tape untuk back up data (contohnya . DAT, JAZ, Zip, atau CDRW)
  5. Mempunyai banyak port network Kartu jaringan yang cepat dan Reliabilitas Kurang lebih 32 MB memori
Keuntungan :
  1. Fungsi dan manfaat file server Adalah hematnya penggunaan resources atau sumber daya, khususnya media penyimpanan. Selain itu, karena penyimpanan data dilakukan secara terpusat dan tidak tersebar pada beberapa mesin, maka penggunaan data menjadi lebih mudah dan aman.
  2. Berbagi resources dalam jaringan untuk keperluan bersama—seperti misalnya berbagi printer atau data—bisa meningkatkan efektifitas kerja. Untuk melakukannya, setiap pengguna harus masuk atau login terlebih dahulu ke dalam jaringan, kemudian ia baru bisa mengakses resources yang dibagikan tersebut.
  3. Untuk bisa melakukan hal tersebut dibutuhkan server workgroup atau server domain. Domain sendiri merupakan kumpulan user klien yang menggunakan server ketika menjalankan validasi data untuk login pada jaringan. Domain server biasanya disebut juga dengan istilah Primary Domain Controller (PDC).
  4. Apabila pada suatu jaringan terdapat beberapa sistem dengan platform yang berbeda, maka diperlukan sebuah program untuk menjembatani semuanya agar mesin-mesin tadi bisa saling berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Contohnya, untuk menjembatani Linux dengan Windows, diperlukan sebuah program tambahan—yaitu yang paling populer “Aplikasi Samba”.


WORKSTATION
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server. Workstation tidak dapat menjalankan tugas pemrosesan, tugas pemrosesan seluruhnya dilakukan oleh server sehingga beban pemrosesan dan lalu lintas network terpusat pada server. Istilah workstation juga sering disebut sebagai client.
            Sebuah Workstation minimal mempunyai kartu jaringan (NIC), aplikasi jaringan (Software jaringan), kabel untuk menghubungkannya ke jaringan, biasannya sebuah Workstation tidak begitu membutuhkan Hard disk karena data yang ingin di simpan dan dapat di letakan di server. Hampir semua jenis komputer dapat digunakan sebagai komputer Workstation.

NETWORK INTERFACE CARD ( NIC )
Network Interface Cards (NIC) atau Kartu Jaringan Kartu Jaringan (NIC) merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antara komputer, kebanyakan kartu jaringan adalah kartu inernal, yaitu kartu jaringan yang di pasang pada slot ekspansi di dalam komputer. Beberapa komputer seperti komputer MAC, menggunakan sebuah kotak khusus yang ditancapkan ke port serial atau SCSI port komputernya. Pada komputer notebook ada slot untuk kartu jaringan yang biasa disebut PCMCIA slot. Kartu jaringan yang banyak terpakai saat ini adalah :
  1. kartu jaringan Ethernet,
  2. LocalTalk konektor, dan
  3. kartu jaringan Token Ring.
4.       FDDI

a.       Ethernet Card
Ethernet Card adalah jenis hardware jaringan komputer berupa adaptor, awalnya diciptakan untuk membangun sebuah Local Area Network (LAN). Hal ini digunakan untuk mendukung standar Ethernet untuk koneksi jaringan kecepatan tinggi melalui kabel dalam jaringan atau sering disebut sebagai kartu LAN. Dalam sejarahnya, Ethernet dibuat oleh Xerox di tahun 1976. Ethernet telah disetujui sebagai standar industri protokol LAN tahun 1983. Sebuah network yang menggunakan Ethernet sebagai protokol sering disebut Ethernet network.

Fungsi Ethernet Card
Ethernet Card berfungsi membantu pertukaran file dan data melalui jaringan komputer. Komputer-komputer ini berkomunikasi melalui jaringan komputer dengan bantuan dari akses fisik ke media jaringan dan sistem pengalamatan tingkat rendah melalui penggunaan alamat MAC (nomor seri unik 48-bit yang disimpan dalam ROM yang dilakukan pada Ethernet Card). Dalam sebuah jaringan, setiap komputer memiliki kartu dengan alamat MAC yang unik.

Jenis – Jenis Ethernet

1.       10 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai Ethernet saja (standar yang digunakan: 10Base2, 10Base5, 10BaseT, 10BaseF)
2.       100 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai Fast Ethernet (standar yang digunakan: 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4, 100BaseTX)
3.       1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik, yang sering disebut sebagai Gigabit Ethernet (standar yang digunakan: 1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX, 1000BaseT).
4.       10000 Mbit/detik atau 10 Gbit/detik. Standar ini belum banyak diimplementasikan.

b.       LocalTalk
LocalTalk adalah kartu jaringan untuk komputer macintosh, ini menggunakan sebuah kotak adapter khusus dan kabel yang terpasang ke Port untuk printer. Kekurangan dari LocalTalk dibandingkan Ethernet adalah kecepatan laju transfer datanya, Ethernet bi Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam perudahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan jaringan komputer yang terhubungan dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah pengguna jaringan komputer yang tergabung dalam Internet berlipat ganda.asanya dapat sampai 10 Mbps, sedangkan LocalTalk hanya dapat beroperasi pada kecepatan 230 Kbps atau setara dengan 0.23 Mps.

c.       Token Ring
Protokol Token di kembangkan oleh IBM pada pertengahan tahun 1980. Metode Aksesnya melalui lewatnya sebuah token dalam sebuah lingkaran seperti Cincin.  Dalam lingkaran token, komputer-komputer dihubungkan satu denganyang lainnya seperti sebuah cincin.  Sebuah Sinyal token bergerak berputar dalam sebuah lingkaran (cincin) dalam sebuah jaringan dan bergerak dari sebuah komputer-menuju ke komputer berikutnya,
Jika pada persinggahan di salah satu komputer ternyata ada data yang ingin ditransmisikan, token akan mengangkutnya ke tempat dimana data itu ingin ditujukan, Token bergerak terus untuk saling mengkoneksikan diantara masing-masing komputer.

d.       FDDI
FDDI menggunakan dua buah topologi ring secara fisik. Proses transmisi baiasanya menggunakan satu buah ring, namun jika ada masalah ditemukan akan secara otomatis menggunakan ring yang kedua. Sebuah keuntungan dari FDDI adalah kecepatan dengan menggunakan fiber optic cable pada kecepatan 100 Mbps.

MODEM CARD
Modem berasal dari singkatan Modulator Demodulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut “modem”, seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.
Fungsi Modem
  1. Alat pengubah sinyal digital menjadi sinyal analog
  2. Menghubungkan perangkat dalam jaringan
  3. Melakukan kegiatan modulasi dan demodulasi
  4. Melakukan pemeriksaan paket data dan komunikasi
  5. Melakukan kompres data yang dikirimkan melalui sinyal
  6.  
Macam -  macam Modem

 Modem Eksternal
Modem eksternal adalah sebuah alat yang digunakan untuk komputer agar dapat mengakses internet dimana data yang berasal dari komputer yang berbentuk sinyal digital akan diubah menjadi sinyal analog. Sehingga jika modem menerima data yang berupa sinyal analog akan diubah menjadi sinyal digital kemudian akan diproses lebih kanjut oleh komputer. Sinyal analog ini dapat dikirimkan menggunakan media telekomunikasi seperti telepon dan radio.
 Modem Internal
Jika data tersebut sudah tiba pada modem yang dituju kemudian sinyal analog ini akan diubah kembali menjadi sinyal digital dan langsung dikirimkan ke komputer.
 Modem ISDN
Modem ISDN berasal dari singkatan Integrated Services Digital Network adalah sebuah sistem telekomunikasi yang terdapat dalam layanan berupa data, suara, atau gambar yang kemudian akan diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, dimana jaringan ini menyediakan konektivitas digital dari ujung ke ujung untuk menunjang ruang lingkup pelayanan yang luas.
 Modem GSM
Modem GSM adalah jenis modem yang menggunakan telepon seluler sebagai media sistem untuk transfer data. Modem GSM biasanya didukung dengan menggunakan kartu koneksi yang mendukung provider yang memiliki sifat GSM.
 Modem Analog
            Seperti namanya fungsi dari modem analog ini adalah sebagai alat untuk membentuk sinyal analog kemudian diubah menjadi sinyal digital
 Modem ADSL
            Modem ADSL berasal dari singkatan Asymetric Digital Subscribe Line merupakan alat untuk mengakses internet dan menggunakan telepon analog secara bersamaan. Dimana cara penggunaannya dibantu menggunakan alat penghubung yang disebut Splitter. Fungsi splitter pada ADSL adalah untuk menghilangkan gangguan sehingga hasilnya dapat berjalan secara bersamaan, yakni dapat menggunakan internet dan juga dapat menggunakan telepon biasa. Tapi tidak saling bertabrakan.
 Modem Kabel
            Modem kabel adalah jenis modem yang digunakan untuk menerima data secara langsung dari suatu penyedia layanan melalui TV Kabel.
 Wireless modem
            Wireless atau dalam bahasa indonesia disebut nirkabel, adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Cara Kerja wireless modem : Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.
 Modem CDMA
Modem CDMA adalah jenis modem yang menggunakan frekuensi CDMA 800 MHz atau CDMA 1x. Bahkan modem CDMA yang terbaru saat ini sudah menggunakan frekuensi EVDO Rev-A atau setara 3G dan yang paling terbaru bahkan sedang berkembang adalah modem CDMA dengan frekuensi EVDO Rev-B.

KABEL TWISTED PAIR
Twisted Pair Cable adalah sebuah bentuk kabel yang dua konduktornya digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan gangguan elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel pasangan berbelit tak terlindung (UTP cables), dan wicara silang (crosstalk) di antara pasangan kabel yang berdekatan.

Kategori Kabeli Twisted Pair Berdasarkan Karakteristik Transmisinya

       Kategori 1 hanya digunakan untuk komunikasi suara, biasanya digunakan untuk kabel telepon. Sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) dan ISDN.
       Kategori 2 dapat menghubungkan perangkat yang karakteristik transmisinya sampai dengan 4 Mbps (LocalTalk).
       Kategori 3 digunakan untuk transmisi dengan maksimum laju data sampai dengan 10 Mbps – 16 Mbps (Ethernet).
       Kategori 4 digunakan untuk menghubungkan perangkat dengan karakteristik laju transmisinya s/d 20 MHz (16 Mbps Token Ring).
       Kategori 5 digunakan untuk menghubungkan perangkat dengan karakteristik transmisinya s/d 100 MHz. dikenal dengan istilah Fast Ethernet.
       Katgori 5e merupakan perbaikan kualitas dari kategori 5 walaupun laju data tetap pada 100 Mbps.
       Kategori 6 dan Kategori 7 digunakan untuk menghubungkan perangkat dengan karakteristik transmisinya 250 Mbps – 600 Mbps (kualitas baik dapat menyampaikan data dengan laju 1 Gbps). dikenal dengan istilah Gigabit Ethernet. ‘

Jenis Kabel Twisted Pair




Susunan Kabel
1.       Straight
        Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya.

Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.

Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan antara computer dengan switch
  2. Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  3. Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  4. Menghubungkan switch ke router
  5. Menghubungkan hub ke router


                           2   .   CrossOver
                                 Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung                            satu dengan ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device                            yang  sama

            Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :


  1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. Menghubungkan 2 buah switch
  3. Menghubungkan 2 buah hub
  4. Menghubungkan switch dengan hub
  5. Menghubungkan komputer dengan router

FIBER OPTIC CABLE
Kabel Fiber Optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.
            Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan
Alat utama yang digunakan adalah diperlukan E/O optical converter, seperti pada gambar di bawah ini.

            Alat ini sudah banyak dijual baik ditoko perlatan komputer atau secara on linePrinsip kerja alat in adalah mengubah sinyal elektrik digital (deretan bit) menjadi sinyal optik atau sebaliknya. Pada alat ini ada dua jenis interface yaitu ; Electrical Interface yaitu output/input yang berasal dari sinyal elektrik dengan kabel U/STP dan konektor RJ-45 berasal dari Hub/Switch atau Router, sedangkan Optical Interface yaitu menuju ke jaringan Fiber Optik, dimana Tx adalah output sinyal optik sedangkan Rx adalah sinyal Input yang berasal dari sinyal optik jaringan luar.


HUB / KONSENTRATOR
Konsentrator/Hub adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi Bintang, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk kedalam hub. Hub mempunyai banyak slot concentrator yang mana dapat dipasang menurut nomor port dari card yang dituju.
Ciri-ciri yang dimiliki Konsentrator adalah :
  1. Biasanya terdiri dari 8, 12, atau 24 port RJ-45
  2. Digunakan pada topologi Bintang/Star
  3. Biasanya di jual dengan aplikasi khusus yaitu aplikasi yang mengatur manjemen port tersebut.
  4. Biasanya disebut hub
  5. Biasanya di pasang pada rak khusus, yang didalamnya ada Bridges, router

Fungsi HUB
  1. Hub pasif merupakan hub yang berfungsi sebagai pemmisah atau pembagi jaringan, akan tetapi tidak melakukan penguatan sinyal sehingga hub ini tidak membutuhkan tenaga listrik tambahan.
2.       Hub Aktif berfungsi sebagai penghubung jalur secara fisik dan penguat sinyal dalam jaringan, Akan tetapi Hub aktif membutuhkan tenaga listrik tambahan untuk bisa bekerja

Kelebihan HUB
  1. Bekerja secara half-duplex, mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut
2.       Jika penghubungnya memakai Hub, maka data yang dikirim dari Komputer1 akan dikirim ke semua komputer (Komputer2, Komputer3, Komputer4, dan Komputer5), dan nanti masing-masing komputer akan mengecek data itu dikirimkan kepada siapa, karena dikirim kepada Komputer5, maka yang lain hanya mengabaikannya

Kekurangan HUB
  1. Membutuhkan kabel tersendiri untuk berjalan.
  2. HUB hanya memiliki satu collision control untuk semua port yang memungkinkan   dapat terjadinya bentrok/tabrakan data karena transmisi data hanya dikontrol oleh satu collision.
  3. Hanya dapat menggunakan kabel straight, jadi bila ingin menggunakan kabel cross yang sudah ada harus diubah menjadi kabel straight terlebih dahulu.
  4. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memeriksa suatu paket. 


SWITCH
Switch adalah Sebuah Networking Device yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa node dalam jaringan namun memiliki fungsi lain yaitu sebagai pencegah Collision dengan cara memberi jalur aliran data masing-masing sesuai Port / Collision Domain. Jadi, jika menggunakan Switch setiap Client dapat melakukan Komunikasi data tanpa adanya masalah Collision (Tabrakan) Data. Jika beberapa komputer mengirimkan data secara bersamaan, data tersebut akan bertabrakan sehingga setiap komputer yang terhubung dalam jaringan Tersebut tidak dapat menerima paket data dari hub dengan normal.
                        Namun, ketika data yang dikirimkan oleh komputer menggunakan switch, switch hanya mengirimkan data ke komputer yang ditentukan sebagai penerima data, tanpa mengirimkan data tersebut ke komputer lainnya dalam jaringan. Hal ini akan meningkatkan kecepatan transfer data antar komputer dan switch dalam jaringan tersebut tanpa takut akan terjadinya tabrakan dan memungkinkan terjadinya proses transfer data secara serentak. 

                        Fungsi Switch
1.       Address Learning (mempelajari alamat)
            Address learning ini berkaitan dengan bagaimana switch dapat mendapatkan Mac Address dari perangkat yang terkoneksi dengan dirinya.  Ketika paket frame (karena switch merupakan peralatan layer 2, jadi data yang dikirim berupa frame. Pada layer 3 data tersebut berupa packet) sampai pada switch, ia akan mempelajari MAC Address pengirim dan memastikan alamat penerima paket tersebut.
2.       Meneruskan / Menyaring Data Frame (forward / filtering)
            Forwarding disini merupakan suatu proses meneruskan paket frame dari salah satu port menuju port yang menjadi tujuan paket tersebut. Ketika salah satu host yang terhubung dengan salah satu port pada switch mengirimkan data frame, maka switch akan melakukan pengecekan pada Mac address table. Yang dicek oleh switch ialah terdapat pada port berapa Mac address tujuan dari data frame.
3.       Looping Avoidance (menghindari looping)
            Looping terjadi pada switch dimana data yang dikirim hanya berputar pada port-port yang ada di switch. Seperti misalnya pada gambar dibawah ini, kesalahan dalam mengkoneksikan kabel pada port-port switch juga bisa menyebabkan looping. Kondisi looping ini dapat dicegah dengan menutup/memblok salah satu port yang terkoneksi, misalnya pada switch 1 menutup port eth2 dan pada switch 2 menutup port eth1. Sehingga data dapat sampai ke tujuan tanpa dan tidak berputar-putar saja.

REPEATERS
Repeater juga merupakan salah satu perangkat keras jaringan komputer sebagai hardware yang support terhadap koneksi yang lebih meluas.
            Cara kerja repeater yaitu menyebarkan data ke seluruh jaringan walaupun data tersebut tidak di perlukan maka akan tetap tersebar ke seluruh jaringan, penyebaran data tersebut kinerjanya akan menurun atau aksesnya semakin lambat apabila semakin banyaknya pemberhentian sinyal (Station) dan meningkatnya traffic data.

            Kegunaan Repeaters
  1. Memperluas Area Jangkauan sinyal
            Memperluas Area Jangkauan sinyal adalah fungsi utama dari repeater tersebut, banyak orang membeli repeater untuk hal ini disebabkan keterbatasan jarak dari pemancar nirkabel atau yang biasa kita sebut wi-fi. Repeater jarang di gunakan oleh restaurant, cafe, atau mini restaurant di karenakan penggunaan wi-fi pada rumah makan dalam skala kecil dan tidak terlalu penting, apabila tidak ada repeater produktifitas karyawan nya tetap berjalan.
            Namun berbeda halnya dengan gedung besar, kantor-kantor, perusahaan-perusahaan, dan sebagainya. Produktifitas mereka tergantung dari sinyal pemancar di karenakan jaman era globalisasi semua serba modern data per data di kirim melalui sinyal. Apabila sinyal terganggu maka produktifitas karyawan juga akan menurun, oleh karena itu penggunaan wi-fi di gedung besar dapat di kategorikan penggunaan dalam skala besar. Sehingga apabila penggunaan wi-fi dalam skala besar yaitu artinya mereka membutuhkan alat bantu yang memperluas area jangkauan sinyal yang disebut repeater.

  1. Menghemat Biaya
            Repeater akan sangat membantu Anda sebagai pengusaha yang memiliki gedung besar dalam bidang finansial. Percayakah Anda repeater dapat menghubungkan 2 gedung yang berdekatan? Anda harus percaya, karena repeater dapat menghubungkan 2 gedung yang berdekatan, dengan kemampuannya yaitu memperluas jangkauan area sinyal.
  1. Menghemat Waktu
            Apabila pemancar sinyal berada di lantai bawah tanah sehingga sinyal di lantai atas  tidak kebagian, maka pasang repeater di tengah – tengah lantai antara lantai bawah tanah dan lantai atas tetapi lebih baik posisi repeater lebih dekat dengan pemancar sinyal. Jarak tempuh sinyal repeater yaitu sejauh mata kita memandang (Line Of Sight) yang artinya repeater juga dapat menembus antar lantai, dengan kata lain itu akan menghemat banyak waktu Anda.
            Anda jadi tidak perlu mengambil data ke lantai bawah jika bos Anda di lantai bawah sedangkan Anda sedang bekerja di lantai atas sehingga mempermudah komunikasi dan praktek nya terhadap bos dan karyawan nya. Dengan fungsi repeater ini membuat karyawan dapat menghemat waktunya sehingga karyawan bisa meningkatkan produktifitasnya dan dapat menyimpan lebih banyak waktu untuk beristirahat.

BRIDGES
            Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local arean Network) dengan jaringan LAN yang lain. Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda (misalnya seperti Ethernet & Fast Ethernet), ataupun tipe jaringan yang serupa atau sama.
            Alat ini bekerja pada data Link layer model OSI (Open System Interconnection), Karena itu bridge bisa menyambungkan jaringan komputer yang memakai metode transmisi atau medium access control yang tidak sama atau berbeda. Bridge juga adalah alat yang bisa mempelajari alamat link yang ada pada setiap perangkat yang terhubung dengannya dan juga mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut.

            Fungsi Bridge

       Bridge dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
       Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.
       Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.
Prinsip Kerja Bridge
Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap titik atau node yang terdapat pada masing-masing segmen jaringan komputer, dan hanya dapat memperbolehkan lalulintas data yang memang dibutuhkan melintasi bridge. Saat menerima sebuah paket data, bridge akan menentukan segmen tujuan dan juga sumbernya. Kalau segmennya sama, paket data akan di tolak dan kalau segmennya tidak sama atau berbeda paket-paket data akan di teruskan ke segmen yang dituju. Dengan begitu bridge dapat mencegah pesan rusak supaya tidak menyebar keluar dari satu segmen. Bridge merupakan alat yang bekerja pada physical layer dan data link layer, sehingga dapat mempengaruhi untuk kerja jaringan LAN jika sering terjadi komunikasi yang berbeda di jaringan LAN yang tidak sama atau berbeda yang terhubung oleh bridge. Itulah prinsip atau cara kerja dari bridge.

ROUTERS
Sebuah Router mengartikan informaari dari satu jaringan ke jaringan yang lain, dia hampir sama dengan Bridge namun agak pintar sedikit, router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasakan atas alamat tujuan dan alamat asal. Sementara Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan, router mengetahui alamat komputerr, bridges dan router lainnya. router dapat mengetahui keseluruhan jaringan melihat sisi mana yang paling sibuk dan dia bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih. Jika sebuah perusahaan mempunyai LAN dan menginginkan terkoneksi ke Internet, mereka harus membeli router. Ini berarti sebuah router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan Internet. ini juga berarti mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet.

Ini berarti Router itu :
  1. Mengatur jalur sinyal secara effisien
  2. Mengatur Pesan diantara dua buah protocol
  3. Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan Bintang(star)
  4. Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, kabel koaaksialm atau kabel twisted pai

Jenis – Jenis Routers

Jenis router ada 3 macam yaitu router PC, router hardware, dan router aplikasi.
  1. Router PC merupakan Sistem Operasi yang mempunyai fasilitas mensharing dan membagi IP Address.
  2. Router Hardware merupakan perangkat yang mempunyai kemampuan seperti router, sehingga perangkat keras tersebut dapat membagi dan memancarkan, serta mensharing IP Address.
  3. Router Aplikasi merupakan aplikasi yang bisa diinstal pada Sistem Operasi sehingga membuat Sistem Operasi itu mempunyai kemampuan seperti router, contohnya WinProxy, SpyGate, WinGate, dan WinRoute.
Manfaat Routers

Manfaat Router adalah sebagai penyampai data yang dikirimkan oleh user atau perangkat yang digunakan agar bisa mengakses jaringan lain sesuai dengan input yang dilakukan si user. Selain untuk mengakses internet yang mendunia, router juga biasa digunakan untuk jaringan local (local area network).

                                                                                                                                                                                   

Sekian Postingan ini saya buat, semoga ada manfaatnya bagi kita untuk kedepannya..
Untuk Selengkapnya, bisa di download pada


Terima Kasih..!! 








Popular Posts

Categories

About Me

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Perkenalkan Saya Verdian Ramdhani, masih menempuh jenjang pendidikan D3 Teknik Komputer di Politeknik Negeri Padang. Manusia tak luput dari peristiwa masa lalunya. Namun jangan khawatir, karena Masa Lalu adalah sebuah jalan untuk beranjak menjadi dewasa di Masa Depan. Jadikan Masa Lalu Mu sebagai Lecutan di Masa Depan. Masa Depan Menunggu Mu, dan Sapalah dengan SENYUM HANGATNYA BAHAGIA Ini Blog yang saya buat untuk berbagi informasi tentang Teknologi Informasi. Semoga pada Blog berikutnya saya akan mempostingkan beberapa novel dan buku bacaan yang bisa dibaca. Mohon Dukungannya..

Search This Blog

Pages

Popular Posts