Menatap Jauh Ke Masa Depan

Saturday, March 23, 2019

IP Address V.4

                     
                                                                  IP ADDRESS VERS1 4

A.    IP Address

IP Address adalah sederetan angka biner 32 bti yang terbagi menjadi 4 kelompok atau oktet , masing-masing kelompok terdiri atas biner 8 bit yang dipisahkan dengan tanda titik. IP beroperasi pada lapisan Network OSI (Operating System Inter Connection). Untuk mempermudah dalam pemahaman, biner 32 bit ini dinotasikan dalam bentuk bilangan decimal dengan anggota 0 sampai 9 di semua system operasi network baik Windows, Linux, Novel, netwere mupun Free BSD atau Open BSD. Format IP biasa di simbolkan dengan huruf ”x”, dimana x bias bernilai biner 1 atau 0.
Contoh:
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxxx.xxxxxxxx (Label Huruf x)
11000000.10101000.00000000.00000001 (jika x bernilai 1 atau 0)
                      192.168.0.1 (Konfersi iner ke decimal)

         Walaupun IP Address dinotasikan dalam angka decimal diberbagai operasi network (network operating system), untuk komunukasi protokol TCP/IP tetap menggunakan angka biner (karena komputer dalam berkomunikasi atau berinteraksi antar komponen menggunakan sinyal digital).
IP Address Memiliki 2 bagian, yaitu Network ID dan Host ID , contoh 192.168.100.1 , secara default Net ID nya adalah 192.168.100 dan Host ID nya adalah 1, agar komputer bisa saling terhubung , IP yang digunakan Net ID nya harus sama, dan Host ID nya harus berbeda.
Agar mudah ngerti, Net ID adalah nama jalan dan Host ID adalah nomor Rumah, jadi Jln. Khatib Sulaiman No 3 , jika nama jalan dari beberapa orang sama, maka nomor rumah mereka tidak mungkin sama.

B.    IP Addres Versi 4 (IPv4)

IPv4 Adalah sebuah pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit dan secara teori dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256 x 256 x 256 x 256 = 4.294.967.296 host.

C.    Kelas IP Address

Dalam pengelolaanya IP address dibagi menjadi 5 kelas, yang mana masing-masing kelas akan mempunyai fungsi bit yang berbeda beda. Berikut pembagian ke 5 kelas dari IP Address tersebut.

1.    Kelas A

IP kelas A biasanya diberikan untuk jaringan skala besar. Bit tertinggi dalam IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya untuk melengkapi oktet pertama membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) dijadikan sebagai host identifier. IP kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

Format penulisan : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
Bit Pertama : 0 (angka biner)
Panjang Net ID : 8 bit (1 oktet)
Panjang Host ID : 24 bit (3 oktet)
Oktet pertama : 0 – 127
Range  IP address : 1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (0 dan 127 dicadangkan)
Jumlah Network : 126 (1-126)
Jumlah IP address : 16.777.214

2.    Kelas B

IP kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama) untuk membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) dijadikan sebagai host identifier. IP kelas B memiliki 16,384 network dan 65,534 host untuk setiap network-nya.

Format penulisan : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
2 bit pertama : 10 (angka biner 1 dan 0)
Panjang Net ID : 16 bit (2 oktet)
Panjang Host ID : 16 bit (2 oktet)
Oktet pertama : 128 – 191
Range IP address : 128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
Jumlah Network : 16.384
Jumlah IP address : 65.534

3.    Kelas C

IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) adalah sebagai host id. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network dan 254 host untuk setiap network-nya.

Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
3 bit pertama : 110 (angka biner)
Panjang Net ID : 24 bit (3 oktet)
Panjang Host ID : 8 bit (1 oktet)
Oktet pertama : 192 – 223
Range IP address : 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx
Jumlah Network : 2.097.152
Jumlah IP address : 254

4.    Kelas D

Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.

Format : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
4 Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte Inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast

5.    Kelas E

IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.

Format : 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
4 bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.

D.    Alamat Khusus

Dalam Alamat Khusus ini perlu diperhatikan sekali jika anda ingin memberikan alamat pada protocol TCP/IP di Komputer anda.
-       Alamat 0.0.0.0 tidak boleh digunakan untuk alamat yang menunjukan host atau komputer.
-       Alamat  255.255.255.255. tidak boleh digunakan untuk alamat host, karena alamat ini menunjukan alamat broadcast.
-       Nilai bit dalam format IP address yang menunjukan alamat Host, tidak boleh si isi dengan biner 0 semua atau 1 semua, jika 0 semua otomatis akan digunakan oleh system jaringan sebagai alamat naringin (Network ID), jika 1 semua otomatis digunakan oleh system jaringan sebagai alamat broadcast.
-       Alamat 127.0.0.1 adalah alamat khusus yang digunakan untuk local host, sehingga tidak boleh digunakan untuk Host ID.
-       Alamat 224.0.0.0 - 239.255.255.255 digunanan untuk teknologi multicasting.
-       Alamat 240.0.0.0 - 247.255.255.255 dugunakan untuk keperluan IP address dimasa yang akan datang.

E.    IP Private

IP Private adalah alamat yang dipakai oleh LAN (Lokal Area Network) dan tidak dapat di akses oleh internet, range IP Private Seperti pada table berikut.

Kelas Kelompok Private Address
A 10.0.0.1 – 10.255.255.254
B 172.16.0.1 – 172.31.255.254
C 192.168.0.1 – 192.168.255.254

F.    Subnet Mask

Subnet Mask berfungsi untuk memanajemen jumlah host. Dengan subnet mask router dapat menentukan bagian mana yang menunjukan alamat jaringan (Network ID) dan Bagian mana yang menunjukan alamat host. Format subnet mask terdiri dari 32 bit yang setiap 8 bitnya di pisahkan dengan tanda titik (dot). Berikut merupakan tabel subnet mask default.

Kelas Subnet Mask dalam Biner Dalam Desimal
A 11111111.00000000.00000000.00000000 255.0.0.0
B 11111111.11111111.00000000.00000000 255.255.0.0
C 11111111.11111111.11111111.00000000 255.255.255.0

G.    Subnetting

Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut “subnet.” Subnetting digunakan untuk memudahkan pengelola jaringan komputer (system Administrator, Network Administrator, maupun pengguna biasa) dalam mengelola jaringan, melakukan alokasi IP Address untuk setiap ruangan dan gedung sesuai dengan kebutuhan.

1.    Subnetting Kelas A

Subnetting kelas A karena peruntukan daya tampung alokasi IP Address yang banyak, maka IP kelas A memiliki Net ID pada oktet pertama, dan Host ID pada 3 oktet terakhir. Untuk contoh kasusnya misalkan IP Address 10.0.0.0/16 . maka jika dirubah menjadi subnet mask 32 bit bilangan biner akan menjadi
11111111.11111111.00000000.00000000 setelah itu dirubah kedalam bentuk desimal akan menjadi 255.255.0.0 dan hasilnya akan menjadi :
A. Jumlah Subnet = 28 (perpangkatan 8 adalah jumlah angka 1 biner diambil dari oktet kedua sampai ke empat) = 256 subnet.
B. Jumlah Host per Subnet = 216 (perpangkatan 16 merupakan jumlah angka 0 biner diambil dari oktet kedua hingga oktet keempat) – 2 = 65.534 host. C. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya:0,1,2,3,4,..255

2.    Subnetting Kelas B

Subnetting IP Address kelas B memiliki Net ID pada 2 oktet pertama dan Host ID pada 2 oktet terakhir IP Address. Langsung saja kepada contoh kasusnya, IP Address 172.16.0.0/18 dirubah menjadi 32 bit bilangan biner untuk prefixnya menjadi 11111111.11111111.11000000.00000000 lalu dirubah kedalam bilangan desimal menjadi 255.255.192.0 . dapat dihitung menjadi beberapa subnet dan host :
A. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir.
Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet.
B. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host.
C. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192 .

3.    Subnetting Kelas C

Subnetting IP Address kelas C merupakan kelas subnetting yang paling mudah, karena IP Address kelas C hanya memiliki Host ID (Alamat Host) pada bagian terakhir IP Addressnya. Contoh IP Address 192.168.2.1 maka angka 1 pada digit terakhir adalah yang dimaksud dengan Host ID, sedangkan 3 blok angka sebelumnya adalah Net ID atau Network ID (Alamat Jaringan).
Langsung ke tahap perhitungannya, sebagai contoh, kita menganalisa IP Address 192.168.1.0/26 atau dapat ditulis dengan 192.168.1.0 netmask 255.255.255.192 yang berarti IP Address tersebut memakai prefix length /26 pada tabel CIDR. Langkah pertama adalah merubah angka prefix tersebut menjadi 32 bit bilangan biner (IPv4 berjumlah 32 bit), maka akan menjadi 11111111.11111111.11111111.11000000 (tulis angka 1 sebanyak 26 kali dengan pemisahan 8 digit, kemudian setelah mencapai 26, untuk memenuhi 32 bit maka isi angka 0). Setelah itu rubah 32 bit bilangan biner tersebut kedalam bentuk decimal, maka akan diperoleh angka 255.255.255.192 . Subnetting sendiri akan terfokus kedalam 4 hal, diantaranya :

A. Jumlah Subnet = 2x , dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
.
B. Jumlah Host Per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host.

C. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192





Source :

http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/ip-address.pdf

http://rodiah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/42558/IP+Address+dan+Subnet+Address.pdf







0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Categories

About Me

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Perkenalkan Saya Verdian Ramdhani, masih menempuh jenjang pendidikan D3 Teknik Komputer di Politeknik Negeri Padang. Manusia tak luput dari peristiwa masa lalunya. Namun jangan khawatir, karena Masa Lalu adalah sebuah jalan untuk beranjak menjadi dewasa di Masa Depan. Jadikan Masa Lalu Mu sebagai Lecutan di Masa Depan. Masa Depan Menunggu Mu, dan Sapalah dengan SENYUM HANGATNYA BAHAGIA Ini Blog yang saya buat untuk berbagi informasi tentang Teknologi Informasi. Semoga pada Blog berikutnya saya akan mempostingkan beberapa novel dan buku bacaan yang bisa dibaca. Mohon Dukungannya..

Search This Blog

Pages

Popular Posts